Menempa Kesabaran Diri di Laboratorium

When every single detail counts

sumber gambar: http://www.thyrocare.com/images/About/ELISA.jpg

Tepat dua bulan lalu aku berangkat ke Jepang dengan mengantongi berbagai macam ekspektasi. Ekspektasi tentang negaranya, tentang masyarakatnya, tentang lingkungannya, tentang makanannya, tentang kegiatan penelitiannya, juga tentang jalan-jalannya #eh. Lalu, pengalaman apa saja yang sudah didapat dua bulan ini? Banyak! Dari mulai berbagai macam kegiatan liburan di libur panjang golden week, hingga yang paling menghiasi hati saat ini adalah pengalaman-pengalaman baru di laboratorium. Tulisan-tulisan tentang liburan sudah aku siapkan, termasuk tulisan tentang pengalaman shimanami kaido yang sangat aku idamkan sejak sebelum berangkat. Namun, rasanya tulisan ini lebih penting untuk diselesaikan lebih awal. Well, ya, tulisan ini akan lebih banyak membahas tentang pengalamanku di laboratorium, jadi kalau kalian tidak tertarik dengan dunia per-laboratorium-an atau justru sudah khatam dan lelah dengan kata "laboratorium", maka jangan teruskan baca tulisan ini. Hehehehe.

Fokus Diri dan Ilmu yang Ingin Dipelajari dalam Hidup: Sebuah Renungan



Sejak sebelum berangkat ke Jepang aku sudah meniatkan diri untuk memanfaatkan kesempatan pertama merantau ini sebagai masa belajar sekaligus persiapan untuk menjadi istri dan ibu (yang entah kapan akan diberi kesempatan itu, tapi harus diupayakan dengan sebaik-baik ikhtiar dong ya). Mulai dari belajar masak setiap hari dengan bumbu-bumbu yang terbatas (ada sih yang jual bumbu masakan komplit, tapi mahalnyaaaa), belajar untuk lebih rapi dalam segala hal dari mulai rapi-rapi kamar sampai merapikan manajemen waktu, hingga belajar secara serius terkait persiapan memasuki fase tersebut melalui program matrikulasi yang diselenggarakan oleh institut ibu profesional. Semoga bisa istiqomah dalam belajar di program matrikulasi ini sehingga bisa masuk ke tahap-tahap berikutnya nantinya. 

Buang Sampah di Matsuyama

"Kebersihan adalah sebagian dari iman"
tempat sampah di kosanku

Apakah kalian pernah melihat mobil mewah yang tiba-tiba menurunkan kaca jendelanya dan membuang sampah seenaknya di jalanan? Atau melihat orang merokok sambil melaju kencang di atas motornya? Aku pernah! Pernah merasakan muka kecipratan air dari sekresek sampah yang tiba-tiba melayang dari sedan mewah di perempatan Gondomanan. Pernah juga merasakan mata kelilipan abu rokok yang terbang bebas di depan Balaikota Jogja. Begitulah nasib jadi anak motor di Indonesia, hahaha.