Buang Sampah di Matsuyama

"Kebersihan adalah sebagian dari iman"
tempat sampah di kosanku

Apakah kalian pernah melihat mobil mewah yang tiba-tiba menurunkan kaca jendelanya dan membuang sampah seenaknya di jalanan? Atau melihat orang merokok sambil melaju kencang di atas motornya? Aku pernah! Pernah merasakan muka kecipratan air dari sekresek sampah yang tiba-tiba melayang dari sedan mewah di perempatan Gondomanan. Pernah juga merasakan mata kelilipan abu rokok yang terbang bebas di depan Balaikota Jogja. Begitulah nasib jadi anak motor di Indonesia, hahaha.

Usahakan yang Masih Bisa Diusahakan

Satu kalimat motivasi yang terus-menerus kubisikkan dalam hati selama proses pengiriman berkas ke SUIJI-Jepang

heute optimistisch sein. heute dem herzen folgen

Entah angin apa yang membuatku mendaftar program joint degree SUIJI, sebuah program kerjasama penelitian dan kuliah selama satu tahun di Jepang untuk program master ilmu-ilmu dari klaster agro (pertanian, kehutanan, kedokteran hewan, peternakan, dan teknologi pertanian) antara UGM-IPB-Unhas dengan Ehime University-Kagawa University-Kochi University. Awalnya aku lebih tertarik dengan program double degree AUN-KU di Kyoto yang mana saat selesai kita bisa dapat dua gelar master sekaligus (M.Sc dan M.Agr). Namun, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kuurungkan niat mendaftar program AUN-KU tersebut. Setelahnya aku tidak terlalu banyak mencari info terkait kesempatan melakukan pertukaran mahasiswa ke luar negeri.

Inspirasi di Balik Nama : Nunung Nurlaela

Dosen, penulis, dan punya anak lima. Life goal-ku dicapai duluan sama mak Nunung nih :p hehehe

Nunung Nurlaela dan keluarganya

Ada yang pernah dengar istilah "pondok mertua indah"? Istilah untuk pasangan suami-istri yang hidup seatap dengan orangtua dari salah satu pihak ini dipopulerkan oleh Mak Nunung Nurlaela melalui bukunya yang diterbitkan oleh Gramedia. Buku yang merangkum beragam permasalahan yang timbul akibat tinggal bersama mertua sekaligus menyajikan solusinya ini layak dijadikan pedoman bagi pengantin baru (terutama yang akan tinggal bersama mertua selepas menikah). Meskipun ditulis oleh seorang perempuan, tetapi buku ini tetap sesuai jika dibaca oleh laki-laki yang tinggal di rumah orangtua istrinya. Konon, tinggal bersama mertua memang sangat rawan konflik, sehingga adanya buku ini dapat membantu mengurangi konflik yang mungkin terjadi dan membuat hubungan menantu-mertua lebih harmonis.